Disayangkan Seleksi Calon Menteri Dilakukan Tertutup

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 17 Oktober 2014, 15:47 WIB
Disayangkan Seleksi Calon Menteri Dilakukan Tertutup
ilustrasi/net
rmol news logo Beredarnya kabar orang-orang yang diduga turut memberi sumbangan dana Pilpres 2014 kepada Prabowo-Hatta masuk ke dalam kabinet Jokowi-JK, bisa membuat persaingan sengit untuk menjadi menteri.

Pengamat politik yang juga Direktut Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, ada yang menarik dari beberapa nama yang beredar diantaranya ada orang-orang yang tergabung dalam kandidat menteri Jokowi seperti Agus Martowardojo dan Rini Soemarno disebut sebagi penyumbang.

"Saya kira ini merupakan gambaran bagaimana ketatnya persaingan untuk duduk dikabinet Jokowi-JK," ujar Jajat dalam katerangannya kepada redaksi, Jumat (17/10).

Persaingan yang ketat ini, kata Jajat, tentunya akan memicu para pihak untuk bersaing secara tidak sehat, bahkan bukan tidak mungkin fitnah seperti inipun bisa dilakukan demi memuluskan ambisinya untuk duduk di kabinet Jokowi-JK.

Ia menambahkan, jabatan menteri strategis tentunya menjadi incaran utama, sangat disayangkan wawancara yang dilakukan dalam seleksi calon menteri dilakukan secara tertutup.

"Padahal jika dilakukan secara terbuka, tentunya publik bisa melihat langsung bagaimana ketatnya seleksi calon pembantu presiden baru Indonesia tersebut," tutup Jajat. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA