Bersama Pengurus Wilayah NU dan warga NU DKI, misalnya, Prabowo melakukan buka puasa bersama ratusan kiai, ratusan ulama, ratusan pengasuh pondok pesantren di seluruh Indonesia, ribuan habaib, ribuan Fatayat dan Muslimat NU, serta ribuan anak yatim. Tak hanya berbuka puasa dan shalat tarawih bersama, Prabowo juga ikut melakukan istighosah.
"Istighosah dan doa bersama ini untuk Indonesia merdeka, adil dan berdaulat," kata Prabowo kepada wartawan.
Prabowo berharap di sisa waktu hingga saat pencoblosan 9 Juli nanti semua bisa berjalan aman dan lancar. Prabowo meminta masayarakat tidak golput. Gunakan hak pilih dan jangan salah memilih pemimpin.
"Ini demi keadilan dan kesejahteraan bangsa dan negara kedepan," katanya.
Dikatakan Prabowo, tanggal 9 Juli adalah hari yang menentukan Indonesia menjadi negara berdaulat dan bermartabat, masyarakatnya aman, sejahtera dan berkeadilan. Karena itu, ia mengingatkan warga NU khususnya dan masyarakat luas pada umumnya untuk memperbanyak berdoa dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa demi keselamatan semua.
"Terutama adalah dengan memperbanyak ibadah. Kita isi dengan hal-hal positif. Di antaranya kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial seperti ini," jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua PWNU DKI H.Tb Robby Budiansyah mengatakan, jajaran PWNU DKI sangat bersyukur bisa istoghotsah bersama Capres Prabowo Subianto.
"Ini sebagai upaya untuk keselamatan negara dan bangsa ke depannnya," katanya.
Selaku jajaran PWNU DKI, dorongan dari para kiai, ulama, habaib dan warga NU untuk berdoa bersama Prabowo merupakan berkah bagi ribuan anak yatim yang ingin bertemu dan mendoakan langsung bapak Prabowo agar amanah bila terpilih menjadi presiden nanti.
"Doa yang paling makbul (cepat dikabulkan), selain doa orangtua dan musafir adalah doa anak yatim. Dan semoga, apa yang menjadi doa ribuan anak-anak yatim ini menjadi kenyataan, amin," papar Robby.
[dem]
BERITA TERKAIT: