RMOL. Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bertarung di Pilpres 2014 sama-sama berkomitmen melanjutkan program pemerintahan SBY yang diinginkan dan disukai rakyat, salah satunya program pengadaan beras untuk rakyat miskin (raskin).
Bagi pasangan Jokowi-JK, program raskin berdampak baik bagi rakyat sehingga tidak bisa ditawar-tawar lagi.
"Program-program yang memiliki dampak bagus bagi rakyat, seperti Raskin, itu sebuah harga mati untuk menjawab dan menjaga daya beli masyarakat," ujar Tim Ekonomi Jokowi-Jusuf Kalla (JK), Arif Budimanta, saat dikonfirmasi (Senin, 23/6).
Meski demikian, Arif menambahkan, ada beberapa hal yang harus diperbaiki terkait program raskin. Antara lain meningkatkan kualitas beras, menjaga agar harganya tetap terjangkau oleh rakyat miskin, dan penyalurannya tepat waktu dan sasaran.
Dikatakan dia, harga tebus raskin oleh rumah tanga sasaran mesti sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Intinya, kata Arief, Jokowi-JK akan memperbaiki berbagai hal terkait Raskin berdasarkan hasil kajian pemerintah dan sesuai dengan rekomendasi serta temuan KPK.
"Jadi tinggal perbaiki saja apa kekurangannya. Prinsipnya, jangan sampai rakyat jadi susah. Tujuannya kan menjadikan rakyat lebih sejahtera," pungkasnya.
Pasangan Prabowo-Hatta juga memiliki komitmen yang sama untuk melanjutkan program raskin.
"Masyarakat Indonesia ini ada yang supermaju dan ada yang masih tertinggal. Yang super maju itu dipersilakan untuk mengembangkan daya saing di internasional, investasi global dan kerja sama level dunia. Tapi yang miskin tetap harus diperhatikan," ujar anggota tim ekonomi Prabowo-Hatta, Didiek J Rachbini, saat dikonfirmasi wartawan.
Prabowo sendiri ketika mendapat dukungan dari Fraksi Demokrat menyatakan kesiapannya melanjutkan berbagai program pemerintahan presiden SBY yang dibutuhkan dan disukai rakyat.
"Sebagai amanah ungkapan, harapan, dan dorongan semangat untuk meneruskan pembangunan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat, saya berharap bisa meneruskan program-program beliau (SBY) jika mendapat mandat dari seluruh rakyat Indonesia pada 9 Juli nanti," ujar Prabowo.
Dikatakannya, komitmen itu akan terwujud dari program penambahan dua juta hektare lahan untuk menambah pasokan pangan di dalam negeri. Lahan baru itu dipakai untuk menanam berbagai jenis pangan dengan sistem tumpang sari. Program ini diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi 12 juta tenaga kerja.
[dem]
BERITA TERKAIT: