"Kita tidak ingin lagi melihat ada satu kabinet yang penuh dengan orang-orang partai yang tidak profesional dan hanya memikirkan kepentingan partai bukan rakyat," kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dewi Motik Pramono dilansir dari
Antara (Kamis, 29/5).
Menurut dia pejabat pemerintahan dari kalangan profesionan akan lebih bisa berkonsentrasi untuk mengurus negara karena tidak harus memikirkan mencari dana untuk partai.
"Taruhlah orang yang tepat di tempat yang tepat," tambahnya.
Dewi Motik juga meminta para capres dan cawapres harus memperhitungkan suara perempuan agar dapat terpilih memimpin Indonesia di Pilpres 9 Juli mendatang.
"Lebih dari 50 persen populasi di Indonesia adalah perempuan. Sudah seharusnya calon presiden dan wakil presiden mempertimbangkan faktor ini," katanya, sambil menambahkan organisasi yang dipimpinnya tidak akan masuk ke ranah politik dengan mendeklarasikan dukungan untuk pasangan tertentu.
Ada dua pasangan capres yang akan berkompetisi memperebutkan suara rakyat, yakni Joko Widodo- Jusuf Kalla yang diusung koalisi PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI. Letjen (Purn) Prabowo Subianto-Hatta Radjasa yang diusung Gerindra, PAN, Golkar, PPP, PKS dan PBB.
[rus]
BERITA TERKAIT: