Lewat Video Conference, JK Janji Perkuat Wibawa Pemerintah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 29 Mei 2014, 09:39 WIB
Lewat Video Conference, JK Janji Perkuat Wibawa Pemerintah
jk
rmol news logo . Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla menyapa pendukungnya lewat video conference Google Hangout di Mesir, Rabu malam (28/5).

"Apa kabar teman-teman di sana?" Sapa JK santai namun bersemangat kepada puluhan relawan yang sebagian mahasiswa dan sebagian lain pekerja.

JK yang seharian berkunjung ke Bandung menyediakan waktu yang cukup untuk menyapa kawan-kawan relawan di sana. Pukul 19.30 WIB di Jakarta, di Kairo masih menjelang sore, 14.30 waktu setempat.

Sejenak mendengarkan riuh tepuk tangan relawannya di sana, JK menyambung dengan sampaikan rasa terima kasihnya yang besar atas dukungan mereka. Dukungan ini, menurutnya, penting karena menjadi wujud kepercayaan masyarakat Indonesia di Mesir untuk Jokowi-JK.

Rina S Adisurya, host dari deklarasi ini menanyakan apa yang menjadi visi misi pasangan Jokowi JK nanti ketika terpilih. Dengan tegas JK mengatakan bahwa membuat Indonesia menjadi negara dengan ekonomi yang kuat dan hukum yang adil.

Lebih lanjut, JK menyatakan bahwa dengan ekonomi yang kuat, ia ingin mewujudkan kewibawaan dan kekuatan pemerintah sehingga tujuan untuk mensejahterakan rakyat bisa tercapai. "Kita ingin memperkuat wibawa pemerintah sehingga tujuan negara mensejahterakan rakyatnya bisa tercapai," kata JK.

Dalam sesi tanya-jawab selama 10 menit itu, seorang relawan yang juga mahasiswa di Kairo menanyakan apakah pesan JK untuk mahasiswa yang sedang belajar di sana supaya kelak memiliki peran bagi bangsa Indonesia.

"Kalian ini di sana harus belajar seperti bagaimana kalian berdoa. Rabbana atina fidunya hasanah, wa fil akhirati hasanah,” tutur JK.

Dengan jelas dan suara tegas JK menyatakan bahwa penting untuk menyeimbangkan asupan ilmu yang kita serap. Meski berada di dunia Arab yang kental dengan nuansa agama, JK berpesan agar pelajar Indonesia tetap belajar perihal-perihal ‘dunia’. Artinya, pesannya JK lagi, belajar kitab dan agama itu penting, tapi juga penting untuk belajar hal lain, seperti bisnis.

"Di Mesir, anda bisa belajar bagaimana turisme di sana juga," tandas JK dalam keterangannya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA