PILPRES 2014

Ucapan Cak Imin Bukti Kuat Poros Jokowi-JK Ada Bagi-bagi Kursi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 28 Mei 2014, 16:59 WIB
Ucapan Cak Imin Bukti Kuat Poros Jokowi-JK Ada Bagi-bagi Kursi
jokowi dan cak imin/net
rmol news logo Pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang menyatakan Kementerian Agama akan menjadi "jatah" Nahdlatul Ulama (NU) menunjukkan bukti kuat tetap adanya bagi-bagi kursi dalam koalisi partai pengusung Jokowi-Jusuf Kalla.

Seperti diketahui, Jokowi sebagai capres yang diusung PDIP seringkali sesumbar bahwa tidak ada bagi-bagi kursi dan kekuasaan dalam koalisinya. Jika melihat fakta itu, adanya transaksi politik justru menguat di poros pasangan Jokowi-JK.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/5).

"Transaksi politik sepertinya kuat ada di poros Jokowi-JK. Pernyataan Muhaimin terkait Menteri Agama pasti akan diisi kader NU adalah bukti kuat adanya bagi-bagi kursi di kubu Jokowi-JK," cetus Igor.

Menurut Igor walaupun Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memastikan tidak ada politik transaksi dalam koalisi atau kerja sama politik yang dibangun, namun merupakan keniscayaan dalam praktek politik praktis selalu ada politik dagang sapi.

"Statement yang menyatakan bahwa tidak adanya politik transaksi dalam koalisi jelas kebohongan publik. Politik adalah masalah siapa mendapatkan apa, kapan dan bagaimana atau who gets what, when and how," papar Igor.

Menurut Igor bisa saja di depan panggung politik, para politisi itu mengatakan koalisi yang dibangun adalah 'kerjasama tanpa syarat', tapi di belakang layar ada power sharing yang bekerja. Karena politik adalah sarana merebut kekuasaan untuk menduduki jabatan politik.

Igor menjelaskan logika politik selalu bekerja atas dasar mekanisme kontrak politik, karena tidak akan ada makan siang yang gratis. Igor menegaskan apa yang telah diwacanakan oleh poros PDIP, PKB, Nasdem dan Hanura terkait "kerjasama tanpa syarat" adalah bentuk basa-basi politik dalam meraih simpati dan dukungan pemilih.

"Tapi 'ingkar janji' tampaknya sudah jadi model poros Jokowi-JK, yang didukung Cak Imin panggilan Muhaimin Iskandar. Kalau tidak, Rhoma Irama dan Mahfud MD tidak akan mungkin menyeberang mendukung Prabowo-Hatta yang lebih jujur dan terbuka," jelas Igor.

Sebelumnya saat berkunjung ke Surabaya pada Minggu (25/5) lalu Cak Imin menyatakan optimis warga NU bakal menjadi Menteri Agama, jika pasangan Jokowi-Jusuf Kalla menang pemilu Presiden 2014. "Saya menjamin Menteri Agama dari kalangan NU kalau Jokowi-JK menang," kata Cak Imin waktu itu. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA