"Harus segera diselamatkan. Seperti kasus PKS, Anis Matta ambil alih pasca presidennya LHI jadi tersangka," kata pengamat komunikasi media politik dari Universitas Indonesia (UI), Dr Irwansyah kepada redaksi, Minggu (25/5).
Menurutnya, status tersangka yang disandang SDA, meski sedikit pasti bepengaruh kepada pasangan Prabowo-Hatta, yang diusung oleh PPP bersama Gerindra, PAN, Golkar, PKS dan PBB.
Maka dari itu, lanjut Irwansyah, untuk kembali mensolidkan internal PPP jelang Pilpres 9 Juli, partai berlambang kabah ini harus segera berembuk memunculkan figur pengganti SDA yang bisa diterima kalangan di internal.
"Tapi yang penting harus dari kalangan NU tulen. Bisa saja dimunculkan Lukman Hakim Saifuddin (Waka PPP), M. Romahurmuziy (Sekjen PPP) atau elit-elit PPP lain," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: