Gagasan itu kemudian diwujudkan Gus Dur dengan membentuk Departemen Keluatan dan Perikanan.
"Kekayaan kita di laut masih banyak yang belum tergali," kata Divisi bidang Strategi Jaringan Santri se-Indonesia Dukung Jokowi-JK, Surya F Adimansyah kepada
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Jumat, 23/5).
Untuk itulah, sambung dia, interkonektivitas antarpulau sangat diperlukan agar suku bangsa yang berbeda namun satu dapat berinteraksi dengan mudah. Ini juga menyangkut soal distribusi barang dan jasa menjadi mudah sehingga harga di satu pulau dengan pulau lainnya tidak berbeda jauh.
"Bayangkan, harga BBM di Kalimantan, Papua bisa berbeda jauh dengan di Pulau Jawa, belum lagi harga komoditas lainnya," bebernya.
Menurut dia, konsep Tol Laut juga mampu meningkatkan akses pasar komoditas andalan di Pulau luar Jawa semisal Papua untuk dikirim.
"Perlu diingat, Tol Laut bukanlah bikin jalan tol di atas laut, namun membuat jalur pelayaran laut, membangun pelabuhan besar, kapal besar yang banyak muatannya," terangnya.
Dengan kondisi wilayah yang dimiliki, ia pun memandang saatnya Indonesia berorientasi maritim demi kokohnya nusantara dan terciptanya keadilan sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa dan para kyai.
"Kesesuaian gagasan Jokowi dengan konsep Gus Dur membuat para santri makin yakin mendukung Jokowi sebagai presiden," ucapnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: