Banyak Kesamaan, Hanura Tepat Dukung Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 18 Mei 2014, 14:10 WIB
Banyak Kesamaan, Hanura Tepat Dukung Jokowi
Erik Satrya Wardhana/net
rmol news logo . Gerakan Muda (Gema) Hanura mendukung penuh langkah Ketua Umum Partai Hanura, Jenderal TNI (Purn) Wiranto yaitu menjalin koalisi atau kerjasama politik dengan PDIP mendukung pencapresan Joko Widodo.

Menurut Ketua Umum Gema Hanura, Erik Satrya Wardhana, sejak digelarnya Rapimnas Partai Hanura (Selasa, 6/5) lalu, seluruh unsur partai yaitu DPP, Organisasi Sayap, Organisasi Otonom dan DPD seluruh Indonesia memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum untuk menentukan arah koalisi dalam pemilihan presiden.

"Kemarin mandat itu telah menemukan jawabannya, dan sikap Bapak Wiranto menurut kami adalah keputusan yang sangat tepat," kata Erik dalam keterangannya, Minggu (18/5).

Untuk itu segenap jajaran dan pengurus Gema Hanura mendukung penuh dan akan segera melaksanakan keputusan partai ini dengan sekuat tenaga. Bagi Gema Hanura, ada sejumlah alasan kenapa keputusan Partai Hanura itu dinilai tepat.

Pertama, adanya kesamaan platform politik. Sebagai kekuatan politik yang selama ini sebagai penyeimbang kekuasaan, tidak masuk dalam koalisi pemerintahan, Partai Hanura dan PDIP telah menjalin kerjasama dalam berbagai momentum politik penting. Kerjasama politik itu terlihat manivestasinya dalam memperkuat peran dan fungsi lembaga politik di DPR RI. Partai Hanura bersama-sama dengan PDIP konsisten dalam mengambil sikap kritis yang diyakini sebagai manivestasi aspirasi dan pembelaan kepada rakyat. Sebut saja saat voting sidang paripurna memilih sejumlah opsi dalam kasus Century, kasus Pajak dan menolak kenaikan BBM.

Kedua, persamaan spirit perjuangan. Partai Hanura saat ini sedang melakukan proses ideologisasi partai dengan membumikan konsep “Hati Nurani” dalam berbagai bidang, khususnya dibidang ekonomi, politik dan budaya. Dalam ketiga aspek itu, yang dikenal dengan penjabaran “Ekonomi Hati Nurani”, “Politik Hati Nurani” dan “Kebudayaan Hati Nurani”, terdapat kesamaan dengan konsep Trisakti yang digagas oleh Bung Karno: berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dibidang budaya.

"Inilah yang kami sebut sebagai persamaan spirit perjuangan," terang Erik.

Ketiga, berdasarkan keyakinan tersebut di atas, tidak ada alasan bagi Partai Hanura untuk memisahkan kebersamaan dan kesamaan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat selama ini. Sehingga keputusan untuk menjalin kerjasama politik dengan PDIP dalam pilpres adalah keputusan yang tepat, apalagi apabila perjuangan tersebut berbuah kemenangan, tugas selanjutnya jauh lebih berat, yaitu bersama-sama membangun pemerintahan, yang lebih baik: berdaulat, berdikari dan berkepribadian.

"Dengan sikap bulat Ketum Hanura menentukan mitra kerjasama politik bersama PDIP ini, menurut pendapat kami perlu segera dipertegas dalam bentuk deklarasi dukungan. Adapun dalam ikrar deklarasi itu, Hanura perlu menyampaikan gagasan-gagasan “Hati Nurani” dalam bidang ekonomi, politik dan kebudayaan untuk dipadukan menjadi bagain dari platform, spirit, visi dan misi dalam pencapresan Bapak Joko Widodo," ungkap Erik yang juga Anggota DPR ini. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA