"Memang keputusan yang tidak mudah. Kami akan tetap menghormati dan mengawalnya, siapa pun cawapres yang diputuskan," ujar Budi Arie Setiadi , Koordinator Nasional Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi kepada wartawan di Jakarta, Minggu (18/5).
Konstitusi RI mengatur tugas wakil presiden itu membantu presiden. Jadi, keberadaan wapres bukan untuk bersaing popularitas, rebutan pekerjaan, jabatan dan uang untuk kepentingan pribadi dan kelompok.
"Wapres Jokowi harus membangun sinergi dalam kerangka memperkuat sistem presidensial," tambah mantan kepala Balitbang PDI Perjuangan ini.
Ia mengingatkan, banyak persoalan bangsa mendesak untuk dituntaskan. Selama 16 tahun reformasi berjalan, banyak waktu yang terbuang.
"Energi kita sebagai bangsa habis hanya untuk mengurus kepentingan-kepentingan yang sempit dan sangat terbatas. Wapres Jokowi harus minim problem masa lalu dan mampu menjadi mitra yang kokoh dan solid," kata dia menekankan.
Dengan kata lain, pendamping Jokowi haruslah figur yang progresif.
"Publik menantikan, apakah wapres Jokowi merupakan figur yang progresif atau tidak? Nasib dan masa depan perubahan, sedang berada di garis batas penantian nya," pungkas mantan aktivis Universitas Indonesia 98 ini.
[wid]
BERITA TERKAIT: