Mengawali pidatonya, Prabowo menyampaikan penghargaan kepada Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. atas sambutan hangat serta kepemimpinannya dalam forum strategis tersebut.
Kepala Negara memandang pertemuan ini berlangsung pada titik yang sangat menentukan, ketika tekanan geopolitik, ancaman krisis pangan, dan ketahanan energi menuntut negara-negara anggota untuk bergerak lebih solid dan efektif.
“KTT Khusus ini hadir di saat yang sangat genting. Tantangan yang kita hadapi menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif di antara kita,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Prabowo, BIMP-EAGA harus terus bertransformasi menjadi instrumen strategis yang bukan hanya memperkuat hubungan antarnegara, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat di kawasan.
Ia menegaskan, forum ini harus berkembang menjadi kerja sama yang lebih lincah membaca perubahan, lebih tajam menjawab kebutuhan rakyat, dan lebih sigap menghadapi dinamika global yang terus bergerak.
“Dengan semangat itu, BIMP-EAGA harus terus berkembang. BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita,” lanjutnya.
Presiden juga menekankan bahwa keselamatan rakyat serta perlindungan terhadap sumber penghidupan masyarakat harus menjadi prioritas utama di atas segala agenda lainnya.
Meski Visi BIMP-EAGA 2035 telah memberikan arah strategis yang jelas, Prabowo mengingatkan bahwa dokumen visi tidak akan berarti tanpa keberanian politik dan langkah konkret untuk mengeksekusinya.
“Prioritas kita jelas, melindungi keselamatan dan mata pencaharian rakyat kita. Visi BIMP-EAGA 2035 telah memberi kita arah yang jelas. Sekarang tugasnya adalah mewujudkannya,” pungkas Presiden.
BERITA TERKAIT: