"Saya melihat dari sisi administrasi, Aher selaku Gubernur belum mengajukan cuti, sehingga bisa dipastikan PKS itu tidak serius atau maksimal mengusung Aher," ujar pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Muradi, Jumat (16/5).
Dari segi politik, lanjut Muradi, sudah terlihat jelas, PKS melakukan lobi politik yang mengambang. Meski sudah mengawali dengan menggandeng Gerindra pasca Pileg, namun belum membuahkan hasil.
"Bisa jadi dengan masuknya PAN dan PPP, PKS langsung lemah gerakannya. Baik di tingkatan pimpinan partai ataupun kader. Jika saja PKS solid dan terus berjuang memperjuangkan nama-nama hasil Pemira PKS, bisa saja Anis Matta, Hidayat Nur Wahid atau Aher dilirik Prabowo," terangnya.
Menurut Muradi, menyikapi kondisi ini, PKS akan melakukan manuver politik pasif pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang.
"Saya menilai bisa saja dalam kampanye Pilpres nanti PKS pasif," pungkasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: