Setidaknya hal itu ditunjukkan dari klaim Ketua Umum Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) Ki Kusumo yang menyebut bahwa sekitar 30 juta anggotanya di seluruh Indonesia akan golput.
Pilihan untuk golput tersebut, kata Ki Kusumo dilakukan setelah melihat perkembangan politik terkini.
Ia menilai tidak ada partai politik (parpol) yang mendominasi hasil pemilu legislatif 9 April kemarin. Dengan demikian, semua parpol harus berkoalisi untuk mengusung calon presidenn nantinya.
"Praktek dagang sapi alias bagi-bagi kekuasaan tidak terelakkan lagi," kata Ki Kusumo di Jakarta, kemarin (Kamis, 17/4).
Pria yang juga dikenal sebagai paranormal dan produser film ini berpendapat bahwa praktik bagi-bagi kekuasaan tersebut sama dengan perilaku korupsi. "Bahkan dengan diberi kekuasaan, mereka dapat melakukan apa saja, termasuk melakukan korupsi," ujarnya.
Meski golput, dia menyarankan kepada masyarakat untuk tetap bersikap cerdas saat memberikan dukungan kepada capres tertentu. Menurutnya, track record setiap capres harus dicari tahu.
"Bagaimana dengan capresnya. Begitu juga dengan cawapresnya. Kalau rekam jejaknya tidak bagus, ya jangan dipilih," pungkasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: