"Murni di sini dalam artian Nasdem berkoalisi bukan karena meminta kursi wakil presiden tapi karena memiliki program dan komitmen yang sejalan dengan PDI Perjuangan," jelas pengamat politik Asep Warlan Yusuf kepada
Rakyat Merdeka Online (Senin, 14/4).
Hal tersebut, jelas Asep dapat menjadi bentuk investasi politik Nasdem bagi pemilu 2019 mendatang.
Pasalnya, Asep menilai bahwa Nasdem tidak memiliki target kekuasaan tertinggi pada pemilu tahun ini.
"Program-program Nasdem ada (sejalan) dengan PDIP," ujar Asep.
Karena itu, lanjutnya, bila Nasdem bersedia berkoalisi tanpa menuntut kursi RI 2, maka Jokowi bisa menggandeng tokoh non partai sebagai cawapres dalam pilpres mendatang.
"Karena kalau (cawapres) dari partai lain, tidak enak dengan Nasdem. Karena Nasdem saja tidak meminta kursi" tutupnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: