"Peranan Washington dan Beijing atau pihak asing dalam pemilu 2014 masih jadi kendala demokrasi di Indonesia. Pihak asing masih ikut campur karena mencari keuntungan," kata pengamat politik Direktur Eksekutif Political Communication Institute (PolcoMM), Heri Budianto, dalam rilisnya.
Menurut Heri, dalam pemilu 2014 mendatang diyakini terjadi beberapa kekisruhan dengan adanya beberapa putaran pemilu karena ikut campur pihak asing. Dirinya mengamati dari pemilu-pemilu sebelumnya, yaitu mulai era reformasi, yang dimanfaatkan kepentingan asing.
Dirinya pun berharap kaum muda penerus bangsa saat ini dapat lebih berpikir lebih jernih jika ingin masuk ke partai politik. Dirinya mencontohkan kelompok aktivis 98 yang telah masuk ke dalam parpol dengan niat mengubah kebijakan parpol.
"Mereka telah terbawa arus karena kurangnya persiapan dalam mengubah negara yang benar-benar demokratis," ucapnya.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: