"Hitung-hitungan politiknya tak masuk akal jika kedua partai politik itu berkoalisi," ujar pengamat politik dari Charta Politica, Yunarto Widjaja kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/4).
Menurutnya, sangat kecil kemungkinan terjadi koalisi kecuali Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) mau jadi wapresnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri atau kader PDIP Joko Widodo. PDIP sendiri, kata Yunarto, saat ini memang sedang naik daun lantaran efek Gubernur DKI Jakarta Jokowi.
"PDIP tidak mungkin mau mengalah," tegasnya.
Saat ini, kata Yunarto, PDIP seharusnya tidak perlu berpikir untuk koalisi karena koalisi hanyalah gabungan partai menjelang Pilpers. "PDIP akan berpotensi tersandera dengan koalisi yang dibentuknya sendiri. Untuk itu, PDIP harus berhati-hati jika ingin berkoalisi," tandasnya.
Sebelumnya Partai Golkar menyatakan ingin berkoalisi dengan PDIP karena Golkar merasa punya kesamaan platform dengan partai oposisi itu. Namun, PDIP menganggap terlalu prematur jika membicarakan koalisi secara konkret saat ini. Partai berlambang banteng itu ingin fokus memenangkan Pileg 9 April mendatang terlebih dahulu.
[rus]
BERITA TERKAIT: