Individu yang telah mengikuti program super mentor diharapkan dapat menyebarkan energi positif dan optimisme dengan membagi pengetahuan dan pengalamannya kepada individu lainnya.
"Cara terbaik bagi individu untuk menyerap ilmu adalah dengan mempunyai mentor. Tugas mentor bukan hanya sekedar menjadi pendamping, pembimbing, pendidik dan pemotivator, tetapi yang lebih penting lagi seorang mentor adalah menjadi panutan," kata Dino dihadapan peserta super mentor yang rata rata berusia muda.
Dino berbagi kisah sukses hidupnya. Dino kecil merupakan anak yang tidak kompetitif.
"Sewaktu SD saya duduk di bangku paling belakang. Tidak kompetitif. Saya selalu ingin cepat pulang sekolah karena ingin main kelereng," tuturnya.
Dino kecil juga diceritakannya sering meratapi nasib. "Murung. Kelas 3-4 SD saya hampir tidak naik kelas," tambahnya.
Melihat Dino kecil tidak berkembang, orang tua akhirnya menyekolahkan Dino di sekolah khusus yang satu kelasnya di huni oleh hanya 5 sampai 6 orang.
"Disana saya masuk ke dalam lingkungan yang memaksa saya untuk gigih. Saya dipaksa untuk kompetitif. Setelah itu saya selalu menjadi nomor satu," kata Dino seperti tertulis dalam keterangan persnya.
Dikatakan peserta Konvensi Capres Partai Demkrat itu, memilih teman dan sahabat adalah hal penting untuk maju dan berkembang.
"Bila teman-teman kita cerdas dan kompetitif, kita akan juga dipaksa untuk kompetitif," tuturnya.
Selain itu menurut Dino penting untuk memiliki sifat geek (gigih) alias pantang menyerah, menguasai bahasa asing, kemampuan analisa, menjauhi sifat dogmatis, dan self respect (menghargai diri sendiri). Dino sendiri mengaku bahwa mentor dalam hidupnya adalah Hasjim Djalal, ayahnya dan beberapa diplomat senior seperti Ali Alatas, Hassan Wirajuda, dan lain-lainnya.
Program super mentor sendiri ke depan akan menghadirkan narasumber narasumber lain untuk berbagi kisah sukses hidupnya, seperti pengusaha Peter Gontha, Sandiaga Uno, Ciputra, dan tokoh sukses lainnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: