Aktivis Petisi 28, Haris Rusli Moti menyebut langkah SBY yang terbang ke Bali dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat untuk melakukan konsolidasi tertutup dengan kader Partai Demokrat di Bali menjadi bukti SBY tidak punya perasaan dan empati kepada rakyat.
"Sebagai Presiden, SBY adalah pemimpin negara yang tak berperasaan, tega dan sadis, meninggalkan rakyatnya yang sedang dilanda bencana," kata dia dalam pesan elektroniknya sesaat lalu (Senin, 20/1).
Haris tak habis pikir Presiden SBY dengan tanpa rasa bersalah melepas tanggungjawabnya sebagai Kepala Negara dengan terbang ke Bali mengurus Partai Demokrat untuk perebutan kekuasaan pada pemilu. Padahal sebagai Kepala Negara sudah semestinya SBY lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara, bukan kepentingan pribadi atau partainya.
Saat ini, kata Haris, ada banyak rakyat yang tidur di emperan tokoh dam rel kereta, sebagian Langsia dan bayi menderita kedinginan dan sakit-sakitan hidup di atas tenda pengungsian. Di Kota Manado dan Tanah Karo Sumut sebagian rakyatnya kehilangan sanak saudara, kehilangan tempat tinggal digulung musibah.
"Seluruh bencana yang telah menjadikan rakyat sebagai tumbal dan korban sesungguhnya disebabkan kejahatan elite politik khianat, elite pemerintahan maling, parpol yang korup, merusak alam dan mengkhianati rakyat. Namun, lagi-lagi rakyat kecil yang disalahkan, dianggap penyebab banjir karena bermukim di pinggir kali dan digusur," demikian HRM, Haris Rusli Moti.
[dem]
BERITA TERKAIT: