"Aneh, jika seseorang memposting sesuatu di media sosial hanya ingin mengharapkan pujian serta iba dari orang lain tanpa siap mendapat kritik," ujar Direktur Eksekutif Nurjaman Center Jajat Nurjaman dalam keterangannya (Kamis, 16/1).
Menurut Jajat, Ibu Ani Yudhoyono adalah salah satu ibu Negara yang aktif menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi dengan masyarakat. Namun, berbeda dengan para ibu Negara lainnya, ibu Ani adalah satu-satunya ibu Negara yang rajin berkomentar pedas jika mendapat kritikan dari follower-nya.
Jajat menambahkan, sebagai manusia biasa tentu merupakan hal yang wajar jika ibu Ani marah. Namun ia harus mengingat kapasitas dan kewajibannya sebagai ibu Negara, sudah sewajarnya pembawaan diri beliau berbeda dengan rakyat biasa. Ibu Negara harus memberikan contoh yang baik karena merupakan panutan seluruh rakyatnya. Adanya rumor yang menyebutkan ibu Negara ikut dalam menentukan kabinet walaupun sudah di tepis oleh Presiden, apa jadinya jika kebijakan dipengaruhi sikap ibu Negara yang emosional.
"Sebaiknya, ibu Ani belajar banyak tentang cara berkomunikasi melalui media jejaring sosial dari ibu Negara lainnya seperti istri Presiden Amerika, Michelle Obama, Valeri Trierweiler istri dari Presiden Perancis, serta Mehriban Aliyeva istri dari Presiden Azerbaijan," tutup Jajat.
[dem]