Menakertrans Ajak Masyarakat Industri Tingkatkan Keselamatan Kerja

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 16 Januari 2014, 15:37 WIB
Menakertrans Ajak Masyarakat Industri Tingkatkan Keselamatan Kerja
rmol news logo Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengajak semua pihak, termasuk masyarakat industri, memberikan perhatian khusus terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja. Penerapan prinsip-prinsip budaya K3 yang optimal di tempat kerja akan melindungi pekerja dan mengurangi resiko kecelakaan kerja,  meningkatkan produktivitas kerja dan kesehateraan pekerja serta meningkatkan daya saing perusahaan.

"Kita terus mendorong partisipasi aktif dari masyarakat industri untuk bersatu padu bersama pemerintah dan masyarakat luas agar terus berusaha mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan melaksanakan budaya K3 di perusahaan," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar seusai menjadi inspektur upacara  Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional di Kantor Kemnakertrans, Jakarta (Kamis, 16/1).

Dalam kesempatan ini, Muhaimin mencanangkan pelaksanaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun 2014. Pencanangan Bulan K3 ini menjadi momentum dimulainya gerakan seluruh bangsa Indonesia guna mendukung tercapainya Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2015. Muhaimin mengatakan K3 merupakan salah satu aspek perlindungan ketenagakerjaan dan merupakan hak dasar dari setiap tenaga kerja yang ruang lingkupnya telah berkembang sampai pada keselamatan dan kesehatan masyarakat secara nasional. Untuk itu, diperlukan upaya perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja melalui pelaksanaannya.

"Pelaksanaan K3 tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab semua pihak, khususnya masyarakat industry dalam menghadapi persaingan global dan penerapan Asean Economic Community (AEC) 2015," kata Muhaimin.

"Untuk memasuki Indonesia berbudaya K3 Tahun 2015 kita hanya punya waktu 1 tahun. Oleh karena itu, pimpinan perusahaan, para pekerja, serikat buruh, asosiasi, perguruan tinggi dan masyarakat harus  menyadari pentingnya K3 yang berimplikasi kepada menurunnya angka kecelakaan kerja," kata Muhaimin lagi.

Dikatakan Muhaimin, agar Penerapan budaya  K3 dapat berlaku efektif, maka harus diintegrasikan pada setiap jenjang manajemen perusahaan, sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja.

"Integrasi  penerapan budaya K3 di perusahaan dapat dilakukan melalui pendekatan prinsip-prinsip manajemen agar tidak hanya mengurangi kecelakaan kerja, tapi juga menekan tingkat keparahan dan pencapaian kecelakaan nihil," kata Muhaimin.

Pemerintah, lanjut Muhaimin, berharap kalangan pengusaha dan tenaga kerja untuk lebih banyak mengambil inisiatif dalam meningkatkan kinerja K3 di lokasi pekerjaan. Dalam jangka panjang, diharapkan masyarakat industri di Indonesia memiliki budaya K3, sebab salah satu ciri budaya K3 adalah menerapkan ketentuan atau standar K3 secara konsisten, sehingga potensi teknologi dapat dimanfaatkan secara aman dan efisien. Budaya K3 merupakan bagian integral dalam pembangunan nasional dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA