Kiai Hasyim: Presiden 2014 Harus Pejuang Ekonomi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 07 Januari 2014, 01:49 WIB
Kiai Hasyim: Presiden 2014 Harus Pejuang Ekonomi
rmol
rmol news logo Ekonom senior DR. Rizal Ramli menyempatkan diri bersilaturrahmi kepada mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi di kediamannya di Malang. Dalam pertemuan tersebut, Rizal dan Kiai Hasyim bertukar pikiran mengenai kondisi kekinian dan masa depan kehidupan berbangsa dan bernegara, salah satunya tentang pemilu yang digelar tiga bulan lagi.

"Masalah krusial bangsa dan negara saat ini adalah tidak adanya kedaulatan ekonomi dan penegakkan hukum," kata Kiai Hasyim kepada Rizal Ramli di kediamannya yang satu komplek dengan pondok pesantren miliknya, Al Hikam, Cengger Ayam, Malang, Jawa Timur (Sabtu, 5/1).

Oleh karenanya Kiai Hasyim berpandangan, presiden dan wakil presiden hasil pemilu 2014 haruslah figur yang menguasi permasalahan ekonomi kerakyatan dan hukum.

"Bukan sekedar menguasai, keduanya haruslah pejuang ekonomi dan pejuang hukum," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Kiai Hasyim menyampaikan penghargaan kepada Rizal Ramli yang dinilainya selalu memperjuangkan keadilan ekonomi dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagi Kiai Hasyim, komitmen dan pembelaan Rizal Ramli terhadap rakyat miskin dan lemah yang tak diragukan lagi. Kepedulian dan perjuangan dia mewujudkan kedaulatan ekonomi sangat nyata.

Untuk pejuang hukum, Kiai Hasyim menyebut nama Mahfud MD. Sosok Mahfud sebagai pejuang hukum, dikatakan Kiai Hasyim, dikuatkan dengan perjalanan Mahfud saat memimpin Mahkamah Konstitusi.

Harusnya, sebut Kiai Hasyim, partai politik mengusung capres dan cawapres berdasarkan kompetensi. Partai haruslah memberi tempat bagi para pejuang ini dengan mengusungnya pada Pilpres. Partai harus memberi pilihan terbaik kepada rakyat, bukan menyodorkan calon karena calon tersebut punya banyak uang.

"Sekarang ini banyak figur yang punya kompetensi tapi gak punya uang. Padahal yang uang gak punya kompetensi," katanya.

RR1, demikian Rizal Ramli yang jadi peserta Konvensi Capres Rakyat nomor urut 1 disapa, sependapat dengan pandangan Kiai Hasyim. Menurutnya, pemimpin mendatang harus bisa mewujudkan kesejahteraan ekonomi rakyat dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Dipuji Kiai Hasyim, RR1 tak menjawab. Dia hanya menegaskan perlunya menjalankan ekonomi Konstitusi, sesuai Pancasila dan UUD 45.

Dalam pertemuan, Kiai Hayim sempat menyampaikan dukungannya kepada Rizal Ramli ikut Konvensi Capres Rakyat. Dia bahkan berharap RR1, demikian Rizal Ramli yang jadi peserta Konvensi Capres Rakyat nomor urut 1 disapa, bisa berpasangan dengan sosok pejuang hukum dalam Pilpres nanti.

Pertemuan RR1 dan Hasyim berlangsung sekitar satu jam lamanya, mulai dari pukul 21.30 hingga pukul 22.30 WIB. RR1 menemui Kiai Hasyim di sela kegiatannya selama dua hari di Jawa Timur. Sebelum bertemu Kiai Hasyim, pada siang harinya, RR1 mengikuti debat publik pertama Konvensi Capres Rakyat di Hotel Majapahit Surabaya. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA