"Secara teoritis sih ada dua, tapi praktisnya kemungkinan hanya ada tiga," ujar Akbar di Jakarta, Senin (6/1).
Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Partai (DPP) Golkar ini, diantara yang bertarung itu adalah, beberapa calon yang sudah mendeklarasikan diri yaitu, capres Partai Golkar Aburizal Bakrie dan capres Partai Hanura Wiranto.
Jelas Akbar, sedikitnya calon yang maju dalam Pilpres tersebut, hanya memberikan masyarakat sedikit pilihan. Untuk itu, ia mengusulkan agar calon
presiden independen bisa diakomodir dalam Pemilu. Caranya adalah dengan mengamandemen undang-undang.
Dengan adanya calon independen itu, kata Akbar, maka masyarakat akan banyak pilihan capres. Masyarakat bisa memilih presiden sesuai dengan aspirasi yang ada.
Walapun demikian, mantan ketua DPR RI ini menggarisbawahi, bahwa dalam sistem presidential tidak pernah calon independen menang.
Berdasarkan pengamatan saya di seluruh dunia, calon independen di dalam sistem presidensial selalu kalah termasuk di Amerika," tandas Akbar.
[rus]
BERITA TERKAIT: