"Inilah lamaran pekerjaan yang diajukan kepada rakyat," katanya.
Anni mengutarakan soal tingkat ekonomi Indonesia di tingkat global. Menurutnya standar kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia masih berada di level bawah dengan pendapatan ekonomi perkapita yang rendah. Sangat jauh berbeda dengan klaim yang disampaikan Pemerintahan SBY-Boediono.
"Kalau disebut pendapatan perkapita kita 3500 dolar AS pertahun, itu namanya miskin. Masyarakat kita berarti hanya sebagai pekerja," ucap Anni yang optimis hasil Konvensi Capres Rakyat akan jadi pemenang Pilpres 2014.
Kondisi ekonomi Indonesia saat ini, menurut Anni, sejajar dengan Timur Leste yang baru merdeka beberapa tahun lalu. Ancaman benar-benar nyata di hadapan bangsa ini kalau masalah tersebut tidak segera diatasi. Bisa-bisa, katanya, semua daerah minta merdeka seperti Timur Leste.
"Saya akan bekerja untuk anda semua. Kita punya semuanya, SDA dan SDM," demikian Anni, peserta konvensi perempuan satu-satunya.
Debat publik pertama Konvensi Capres Rakyat berlangsung meriah. Debat menghadirkan tiga panelis. Guru Besar Politik Unair yang juga mantan Komisioner KPU Prof. DR Ramlan Surbakti, Guru Besar Politik Universitas Parahyangan Bandung Prof. Asep Warlan Yusuf, dan pengajar ekonomi Unair Dr. Tjuk Kastriadi.
Adapun tujuh peserta konvensi yakni, tokoh perempuan Anni Iwasaki, Bupati Kutai Timur Isran Noor, pengusaha Ricky Sutanto, Menteri Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid Rizal Ramli, Ketua Dewan Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra, Rektor Universitas Islam Eropa Sofjan Siregar, dan aktivis senior Tony Ardi.
[ian]