"Pak Dipo dan Pak Sudi itu orang kita. Mereka kepercayaan Pak SBY. Nggak lah, gak benar kalau dibilang jadi pengkhianat," ujar politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 1/1).
Justru kata Ruhut, Haris Rusli dan Petisi 28 yang selama ini menggembosi pemerintahan SBY. Dalam pandangan Haris, kata Ruhut, sama sekali tidak ada yang baik atau positif dari pemerintahan SBY.
"Bagi dia (Haris Rusli), Pak SBY ini kesalahan semua," demikian Ruhut.
Sebelumnya diberitakan, Presiden SBY diingatkan untuk menyadari bahwa upaya delegitimasi terhadap dirinya dilakukan oleh kalangan Istana.
Aktivis Petisi 28 Haris Rusly Moti mengatakan hal itu setidaknya nampak dari dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) mengenai fasilitas berobat di rumah sakit luar negeri bagi pejabat.
Perpres tersebut dibatalkan selang beberapa hari setelah diterbitkan karena ditentang banyak pihak.
"Konsep Perpres berasal dari Sekneg (Sekretariat Negara). Dengan Perpres itu Sekneg sengaja mendelegitimasi dan menjerumuskan SBY," ujar Haris dalam pesan elektroniknya kepada redaksi sesaat lalu (Rabu, 1/1).
Selain Sesneg Sudi Silalahi, upaya delegitimasi SBY juga dilakukan oleh anak buahnya yang lain, yakni Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Dipo sudah tentu juga mengetahui banyak soal Perpres tersebut. Namun untuk menutupi dan mengalihkan isu pengkhianatan SBY oleh Istana, kata Haris lagi, Dipo Alam undang pengacara akun 'hantu' @triomacan2000 ke kantor Sekretariat Kabinet dengan agenda membicarakan dugaan korupsi salah seorang menteri.
[dem]
BERITA TERKAIT: