"Pemerintah SBY jangan buang body!" seru anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka dalam pesan elektroniknya kemarin malam (Minggu, 15/12).
Para TKI overstayer tersebut dikeluarkan dari Tarhil Shumaysi dua hari lalu (Sabtu, 14/12). Pihak Saudi menyuruh mereka membeli tiket sendiri dengan alasan status keberadaan mereka melaksanakan umrah.
Padahal, dikatakan Rieke, dalam praktik internasional biaya deportasi menjadi tanggungjawab pihak yang mendeportasi. Jadi seharusnya, Pemerintah Saudi bertanggung jawab menanggung biaya pemulangan TKI.
"Sikap pemerintah Saudi merupakan pelanggaran terhadap aturan internasional. Pemerintah SBY tak boleh mendiamkan karena kejadian serupa dapat terulang lagi terhadap para TKI overstayer yang kini ada di Tarhil. Pemerintah SBY harus segera membuat nota protes kepada Pemerintah Kerajaan Saudi," katanya.
Selain itu, Rieke juga mendesak pemerintah SBY segera mengevakuasi para TKI overstayer yang sudah memiliki exit permit dan diusir dari Tarhil Shumaysi. Perwakilan RI di sana harus memberikan perlindungan, menyediakan penampungan sementara hingga mereka dipulangkan.
"Jika tidak mampu mendesak Pemerintah Saudi menanggung pembiayaan deportasi, maka sudah menjadi kewajiban pemerintah SBY untuk memulangkan para TKI overstayer yang sudah memiliki exit permit," pungkas politisi PDIP itu.
[dem]
BERITA TERKAIT: