"Kami menyambut tantangan sekaligus mengundang Bapak Gita melakukan debat terbuka tentang Paket Bali kapanpun dan dimanapun," ujar Ridwan Darmawan, DPP PWMI Bidang Hukum dan HAM (Kamis, 12/12).
Ridwan menegaskan pernyataan Gita bahwa "Paket Bali" sebagai prestasi yang akan memberi manfaat bagi rakyat Indonesia merupakan pernyataan yang membodohi dan menyesatkan. Sebab terbukti, setelah 18 tahun menjadi anggota WTO, Indonesia tak beranjak dari negara pengekspor bahan mentah dan penyedia pasar raksasa bagi negara industri.
Akibat menjadi anggota WTO, katanya, eksploitasi sumber daya alam besar-besaran serta serbuan impor membanjiri pasar dalam negeri hingga ke pelosok-pelosok negeri. Situasi inilah yang justru melemahkan kedaulatan Indonesia, bukan memberi manfaat seperti diklaim Gita.
"Dengan debat terbuka, publik akan punya rujukan tentang resiko Paket Bali bagi perjalanan bangsa ke depan," demikian Ridwan.
[dem]
BERITA TERKAIT: