Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, hasil tersebut merupakan akumulasi dari kinerja dan kerja sama semua satuan kerja (satker) KPU. Untuk komponen perencanaan kinerja dan capaian kinerja, nilai KPU cukup bagus. Ke depan, kata Husni, pihaknya akan terus meningkatkan kinerja pada semua komponen penilaian agar mendapat nilai yang lebih baik lagi.
Menurut Husni, dari hasil evaluasi itu, perencanaan kinerja, KPU telah berhasil mengimplementasikan perencanaan kinerja dengan menetapkan perencanaan strategis (renstra), rencana kinerja tahunan (RKT), dan penetapan kinerja (PK) baik untuk tingkat kesekjenan maupun unit kerja.
“Ke depan KPU membutuhkan penguatan dalam hal penyusunan indikator kinerja untuk mengukur tingkat capain strategis sekaligus menyusun rencana aksi atas kinerja yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari upaya pemenuhan target-target kinerja dalam setiap penetapan kinerja,†jelas Husni dalam keterangannya, Senin (9/12).
Ia mengatakan, KPU perlu mengembangkan indikator kinerja individu yang mengacu pada indikator kinerja unit kerja. “Kerja setiap individu di jajaran penyelenggara Pemilu harus terukur. Karena itu harus dirumuskan indikator dan standarnya secara detail. Indikator kinerja itu harus pula berorientasi pada hasil dan relevan untuk mengukur pencapaian sasaran strategis,†ujarnya.
Penggunaan teknologi informasi, tambah Husni, mutlak diperlukan untuk kemudahan dan keakurasian pengukuran kinerja. Dengan teknologi, KPU akan mudah menghimpun, mengolah dan memberikan penilaian terhadap kinerja setiap individu, unit kerja dan satuan kerja.
“Pemantauan kinerja secara berkala juga penting untuk mendeteksi masalah yang terjadi dalam setiap unit kerja yang dapat menghambat kinerja instansi secara keseluruhan. Deteksi dini diperlukan untuk segera merumuskan solusi yang komprehenship atas setiap masalah yang muncul,†tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: