Kepala Lemsaneg, Mayjen TNI Djoko Setiadi, menyadari keresahan itu. Karena itu dia katakan bahwa institusi yang dipimpinnya menyerahkan nasib perjanjian kerjasama itu kepada KPU. Jika keterlibatan Lemsaneg dalam penyelanggaraan pemilu dinilai akan mengganggu proses pemilu, maka Lemsaneg siap menarik diri.
"Kami sudah siap mental, siap fisik, untuk menarik diri dan tidak terlibat dalam penyelenggaran Pemilu 2014. Demi tenteramnya, demi hilangnya salah sangka yang dituduhkan kepada Lemsaneg," ujarnya dalam konferensi pers di kantor Lemsaneg, Jalan Harsono, kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (22/11).
Djoko memberi catatan, jika memang Lemsaneg akan menarik diri maka itu bukan karena kemampuan dan kapabilitas Lemsaneg yang diragukan dalam menciptakan teknik-teknik pengamanan informasi. Namun, lebih pada keraguan publik akan mentalitas Lemsaneg yang dianggap menjadi bagian dari unsur eksekutif.
"Bagi Lemsaneg, penilaian karna dianggap tidak netral merupakan unsur prinsipil yang harus disikapi dengan tegas," lanjutnya.
"Perlu diketahui, Lemsaneg dalam sejarah bangsa tidak pernah memihak pihak maupun, partai politik manapun," tegas Djoko Setiadi.
[ald]
BERITA TERKAIT: