Dikutip dari Reuters, Sabtu 25 April 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,16 persen, sementara S&P 500 naik 0,8 persen dan Nasdaq Composite melonjak 1,63 persen. Kenaikan ini membawa S&P 500 dan Nasdaq ke level tertinggi sepanjang masa.
Sepanjang pekan, S&P 500 menguat 0,55 persen dan Nasdaq naik 1,5 persen, sedangkan Dow Jones justru turun 0,44 persen. Ini menunjukkan bahwa penguatan pasar lebih banyak ditopang oleh saham teknologi dibandingkan sektor lainnya.
Sektor semikonduktor menjadi pendorong utama kenaikan pasar. Indeks semikonduktor Philadelphia mencatat kenaikan selama 18 sesi berturut-turut - sebuah reli yang sangat kuat. Saham Intel melonjak sekitar 23,6 persen dan ditutup pada rekor tertinggi setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan kuartal kedua yang optimistis.
Kenaikan juga terjadi pada saham chip lainnya seperti AMD dan Nvidia. Bahkan Nvidia kembali mendekati valuasi pasar sekitar 5 triliun dolar AS, menandakan tingginya minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI).
Menurut Jed Ellerbroek, kekhawatiran pasar terhadap besarnya investasi AI oleh perusahaan teknologi besar kini mulai mereda.
"Kekhawatiran itu memudar dengan cepat, dan hal ini mendorong kenaikan saham chip serta perusahaan industri terkait," ujarnya.
Selain faktor teknologi, pasar juga mendapat dukungan dari musim laporan keuangan perusahaan yang cukup kuat. Ekspektasi pertumbuhan laba kuartal pertama kini naik menjadi sekitar 16,1 persen, lebih tinggi dibanding awal April.
Ke depan, perhatian investor akan beralih ke pertemuan bank sentral AS, Federal Reserve, yang diharapkan memberi petunjuk terkait arah suku bunga. Peluang penurunan suku bunga pada Desember saat ini diperkirakan sekitar 39 persen, meningkat dibanding sebelumnya.
BERITA TERKAIT: