Dialog mengangkat sejumlah tema antara lain ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, demokrasi, kebebasan sipil serta peran kaum muda dalam pembangunan nasional dan peningkatan kualitas demokrasi.
Pada kesempatan tersebut, Gita menandaskan dalam kebijakan ekonomi yang berbasiskan kerakyatan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
"Untuk itu, UMKM perlu disuntik dengan stimulus perluasan perdagangan produk dan jasanya, serta berbagai pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan daya saing," papar mantan Kepala BKPM itu
Terkait kepemimpinan nasional, peserta Konvensi Capres Partai Demokrat itu mengatakan kepemimpinan dalam konteks Indonesia adalah kualitas personal untuk membungkus tiga aspek penting, yakni kesejahtaraan yang merata, pluralisme, dan demokratisasi. Namun katanya, bungkusan tiga aspek tersebut mesti diproyeksikan ke komunitas internasional guna membuahkan kebanggaan berbangsa dan bernegara.
Reza Fahlevi, aktivis mahasiswa yang hadir menilai positif dialog yang dibangun Gita dengan para tokoh mahasiswa yang aktif dalam berbagai paguyuban kemahasiswaan maupun pergerakan nasional ini. Levi yang tergabung sebagai Relawan Gerakan Cinta Tanah Air (Relawan GITA) menilai komitmen Gita untuk berdialog merupakan komunikasi politik yang tepat sebagai bentuk konsolidasi gerakan kemahasiswan nasional.
"Ini merupakan awal untuk kemudian Pak Gita akan turun dan berkomunikasi langsung dengan aktivis mahasiswa di seluruh Indonesia," ungkap Levi.
[dem]
BERITA TERKAIT: