"Pemimpin masa depan diharapkan mampu fokus pada tugasnya melayani kepentingan rakyat, bukan yang lain," ujar peserta konvensi capres Partai Demokrat, Ali Masykur Musa dalam rilisnya, Kamis (14/12)
Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama ini menegaskan, syarat utama untuk menjadi pemimpin adalah perpaduan aspek kapasitas dan integritas, bukan semata populer atau pintar dan bergelar panjang. Pemimpin ke depan adalah seorang negarawan, mampu menjadi role model bagi masyarakat melalui kredibilitas dan integritas yang dibangun.
"Wawasan kebangsaan dan komitmen multikulturalisme yang tinggi adalah salah satu poin penting," tegas Cak Ali, panggilan akrabnya.
Cak Ali yakin, seorang pemimpin yang mampu merangkul semua golongan akan bertindak adil dalam menyebarluaskan pemerataan pembangunan dan mampu memberikan fasilitas/kemudahan untuk seluruh rakyat tanpa pandang golongan. Tantangan Indonesia ke depan, kata dia, bukan hanya meningkatkan pendapatan negara, tetapi secara adil mampu meratakan pembangunan.
Untuk itu, Cak Ali menghimbau kepada masyarakat yang sudah menjadi pemilih dalam Pemilu 2014, terutama kaum muda, untuk lebih jeli dalam mengenal figur pemimpinnya. Kata Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini, pemilih harus mencari pemimpin yang peduli dengan budaya dan martabat bangsa Indonesia.
"Kuncinya adalah pemimpin pluralis yang mampu menyajikan keadilan dan kemakmuran," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: