Ketua MPR: Demokrasi Wani Piro Bukan Pilihan Pendiri Bangsa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 08 November 2013, 08:49 WIB
Ketua MPR: Demokrasi <i>Wani Piro</i> Bukan Pilihan Pendiri Bangsa
Sidarto Danusubroto/net
rmol news logo Kalau bangsa Indonesia tidak hati-hati, goyangan globalisasi akan menguncang 4 pilar bangsa (Pancasila, UUD, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) dan mempengaruhi kondisi masa depan bangsa dan negara.

Demikian disampaikan Ketua MPR Sidarto Danusubroto saat membuka seminar 4 pilar "Penguatan Sistem Ketatanegaraan Indonesia Dalam Cita Hukum Negara Pancasila" di ruang pertemuan Museum Nasional, Jakarta, kemarin (Kamis, 7/11).

Jelas Sidarto, goncangan terhadap 4 pilar tidak hanya dari luar namun juga dari dalam. Buktinya, meski baru empat bulan menjadi Ketua MPR, dirinya sudah menerima banyak tamu dari berbagai kelompok yang menyatakan keprihatinan terhadap kondisi bangsa.

Keprihatinan itu seperti banyaknya pilkada yang selalu diikuti dengan berbagai kerusuhan dan anarkhis. Menurut Sidarto demokrasi di Indonesia adalah demokrasi yang paling mahal. Seorang caleg DPR untuk bisa terpilih membutuhkan dana minimal Rp 1 miliar.

"Demokrasi kita demokrasi wani piro," sindirnya disambut gelak tawa para peserta seperti dikutip dari mpr.go.id.

Menurut Sidarto, demokrasi yang demikian merupakan demokrasi yang bukan pilihan para pendiri bangsa. Untuk itulah dengan seminar yang diselenggarakan MPR itu, dirinya berharap ada pengkajian yang lebih baik agar Indonesia siap dalam berdemokrasi. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA