Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, capaian ini menunjukkan minat investor tetap terjaga di tengah dinamika global.
“Pertumbuhan investasi sebesar 7,2 persen pada triwulan pertama menunjukkan bahwa minat investor, baik domestik maupun asing tetap kuat,” kata Rosan pada Kamis, 23 April 2026.
Realisasi investasi tersebut juga menyerap 706.569 tenaga kerja Indonesia, meningkat 18,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari total investasi, sebesar Rp250,0 triliun atau 50,1 persen berasal dari penanaman modal asing (PMA), sedangkan Rp248,8 triliun atau 49,9 persen dari penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Menariknya, sebaran investasi lebih banyak terjadi di luar Pulau Jawa sebesar Rp251,3 triliun atau 50,4 persen, melampaui Pulau Jawa yang sebesar Rp247,5 triliun atau 49,6 persen.
“Dominasi investasi di luar Pulau Jawa menunjukkan pembangunan ekonomi semakin inklusif, didorong kebijakan hilirisasi,” jelas Rosan.
Secara sektoral, investasi masih didominasi industri pengolahan, terutama logam dasar dengan nilai Rp69,4 triliun sebagai penggerak utama hilirisasi. Sementara itu, total investasi sektor hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau hampir 30 persen dari total investasi triwulan ini, dengan pertumbuhan 8,2 persen secara tahunan.
BERITA TERKAIT: