Mereka mendesak LPSK mencabut perlindungan kepada Sanusi Wiradinata alias Lim San Ceh yang kini berstatus buron dalam kasus pemerkosaan dan pemerasan di Polda Metro Jaya.
"LPSK belum ada jawaban jelas, lamban dalam menjalankan fungsinya," kata Koordinator aksi, Dodi Prasetyo menyampaikan hasil pertemuannya dengan pimpinan LPSK kepada para demonstran di Gedung LPSK.
LPSK, kata Dodi, berkilah masih dalam proses pergantian kepemimpinan. Namun Dodi menilai hal itu bukan alasan untuk memberikan perlindungan kepada Sanusi.
"Sanusi dengan segala kedigdayaannya telah mengacak-acak kepastian hukum di negeri ini," katanya.
Dodi pun kembali mendesak LPSK agar mencabut perlindungan kepada buron kasus pemerkosaan dan pemerasan.
"Sanusi ini penjahat kelamin. LPSK lindungi Sanusi, telah mencoreng martabat perempuan," katanya.
Dalam aksinya para mahasiswa membawa foto Sanusi bertuliskan "Wanted". Mereka juga memampang spanduk ukuran 2x4 meter bertuliskan "Teguh Sudarsono, Jangan Lindungi Sanusi, Tersangka Kasus Pemerkosaan dan Pemerasan."
Sebelumnya, aksi serupa dilakukan Aliansi Mahasiswa Menuntut Keadilan pada Senin (21/10) lalu. Dalam aksinya parta mahasiswa menyebut LPSK aneh karena mengeluarkan keputusan perlindungan saksi terhadap Sanusi Wiradinata padahal dia sama sekali bukan berstatus saksi atau korban karena bukan pelapor suatu tindak pidana yang dilindungi oleh Undang-Undang.
[dem]
BERITA TERKAIT: