Kekhawatiran Parpol atas Kerjasama KPU-Lemsaneg Beralasan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 06 Oktober 2013, 18:30 WIB
Kekhawatiran Parpol atas Kerjasama KPU-Lemsaneg Beralasan
rmol news logo Kerjasama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) perlu disorot serius mengingat lembaga tersebut bukanlah lembaga independen.

"Lemsaneg bukan lembaga independen seperti BPK. Melainkan bagian dari instansi pemerintah, bagian dari eksekutif yang berada di bawah presiden," ujar Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo, kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (6/10).

Menurut Tjahjo, kekhawatiran publik terutama partai politik bahwa data pemilu meliputi proses dan hasilnya akan bocor kepada pemerintah, dalam hal ini partai politik yang berkuasa, perlu diatensi. Sebab Lemsaneg pasti wajib melaporkan pelaksanaan tugas dan hasil-hasilnya kepada Presiden sebagai pimpinan partai politik yang berkuasa.

"Apalagi dipimpin seorang Mayjen TNI aktif, pasti siap grak kalau diperintah atasan," tegas Tjahjo.

Meskipun Lemsaneg lembaga 100 persen sipil, tapi karena termasuk jaringan intelijen negara maka hal tersebut bisa jadi faktor X sukses di pileg dan pilpres.

"Jadi wajar kalau demokratisasi Pemilu tahu depan dicemaskan beberapa kalangan khususnya parpol peserta pemilu," pungkas Tjahjo.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA