Karena itu, kata Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, kekhawatiran parpol bahwa data Pemilu, dari mulai proses hingga hasilnya, akan bocor kepada pemerintah, atau parpol yang berkuasa perlu diperhatikan. Bahkan kekhawatiran ini pasti terjadi sebab bagaimanapun Lemsaneg pasti wajib melaporlan pelaksanaan tigas dan hasil-hasilnya kepada Presiden SBY, yang juga Ketua Umum Demokrat.
"Apalagi Lemsaneg, meskipun lembaga sipil 100 persen, tapi dipimpin seorang mayor jenderal TNI aktif, yang pasti siap
grak kalau diperintah atasan," ungkap Tjaho beberapa saat lalu (Sabtu, 5/10).
Ditambah lagi, lanjut Tjahjo, Lemsaneg termasuk jaringan intelejen negara yang bisa menjadi salah satu faktor X, di antara faktor yang beraneka ragam, dalam pemilu dan pilpres.
"Jadi wajar kalau demokratisasi pemilu tahun depan dicemaskan beberapa kalangan, khususnya parpol peserta pemilu," demikian Tjahjo.
[ian]
BERITA TERKAIT: