"Kriteria pemimpin nomor satu adalah harus memiliki visi, mau dibawa kemana negeri ini," kata Ketua Aliansi Rakyat Untuk Perubahan, Rizal Ramli saat berbicara dalam Seminar Kebangsaan yang bertajuk "Mengembalikan Ruh Bangsa yang Berdikari dan Tidak Lupa Sejarah Untuk Indonesia Baru" di Kampus UIN Jakarta (Kamis, 26/9).
Rizal pun menekankan bahwa pemimpin yang memiliki visi berarti memahami arah perubahan dari bangsa yang dipimpinnya.Seperti Abdurrahman Wahid, walau hanya menjabat dua tahun sebagai presiden tapi namanya dikenal sebagai bapak pluralisme. Kemudian mantan presiden B.J Habibie yang dikenal sebagai tokoh penggerak demokrat.
"Soeharto yang walau bagaimanapun dikenal sebagai penggerak pembangunan ekonomi Indonesia," papar Rizal mencontohkan seraya menyebut nama Soekarno yang dikenang bahkan oleh negara-negara lain karena memiliki visi untuk kemajuan bangsa.
Lebih lanjut menteri Koordinator Perekonomian era Abdurrahman Wahid tersebut juga menyoroti krisis kepemimpinan saat ini yang dinilainya terjadi karena pemimpin berkuasa tidak memiliki visi jelas untuk membangun bangsa. Rizal mengingatkan, pemimpin yang tidak memiliki visi sulit membawa perubahan positif bagi bangsanya. Sehingga, namanya pun akan mudah dilupakan dan tidak dikenang.
"Seperti Presiden SBY yang hanya akan numpang lewat saja di sejarah Indonesia. Di buku sejarah juga cuma akan jadi footnote (catatan kaki) saja, padahal berkuasa selama 10 tahun," pungkasnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: