PKS Tolak Ajang Miss Word di Indonesia

Tak Hanya Miss Word Sarana Mengali Potensi Wanita Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 26 Agustus 2013, 09:34 WIB
PKS Tolak Ajang Miss Word di Indonesia
pks
rmol news logo Ajang Miss Word dinilai bernuansa merendahkan martabat perempuan.

"Saya fikir banyak kegiatan yang lebih sesuai dengan budaya Indonesia dan juga sesuai dengan ajaran agama untuk mengali dan meningkatkan potensi wanita Indonesia. Tidak hanya Miss Word," ujar Anggota Komisi X DPR Faraksi PKS, Surahman Hidayat dalam keterangan tertulis, Senin (26/8).

Jelas dia, kegiatan Miss word tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 serta nilai-nilai ajaran agama. Terlalu sederhana kalau ada yang berpandangan bahwa Miss Word diasumsikan mampu meningkatkan potensi pariwisata dan budaya Indonesia. Karena pada kenyataannya di beberapa Negara yang pernah melaksanakan Miss Word tidak terbukti mampu meningkatkan potensi pariwisata.

"Saya harap pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan agar lebih proaktif dan kreatif dalam mengali dan mengembangkan khasanah budaya dan pariwisata di Indonesia, yang sangat kaya, beragam dan memiliki ke khasan," terang Surahman.

Seraya tambah Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) DPR ini, pemerintah juga harus menghadirkan program-program peningkatan dan pemberdayaan potensi perempuan Indonesia, untuk kemudian di promosikan ke dunia Internasional, tanpa harus ikut-ikutan mengadopsi budaya dari luar, yang belum tentu sesuai dengan budaya dan agama di Indonesia.

Pelaksanaan ajang Miss Word banyak menuai kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia, ajang internasonal ini direncanakan akan digelar di Indonesia pada bulan September 2013 di Bali. Belakangan MUI mengeluarkan pernyataan menolak secara tegas pelaksanaan Miss Word di Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena dinilai kegiatan tersebut merendahkan dan melecehkan budaya bangsa seperti mempertontonkan aurat perempuan. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA