"Orang dalam seperti pak Marzuki saja tidak tahu, bagaimana orang lain? Wajar kalau banyak pertanyaan liar yang muncul di sekitar proses konvensi tersebut", demikian disampaikan Ketua Harian Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik, Abdul Rahman Syahputra kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu, Minggu (25/8).
Ada juga kesan, lanjut Rahman, calon-calon peserta yang akan diundang sengaja ditutup-tutupi. Tujuannya mungkin supaya orang penasaran. Ini hanya strategi mencari perhatian publik saja. Biasanya ditujukan untuk merangsang rasa ingin tahu orang. Strategi seperti ini dinilai tidak efektif. Pasalnya, sudah banyak anggota masyarakat yang sudah terlanjur kecewa dengan Partai Demokrat.
Selain itu, keberadaan anggota komite konvensi dari non-partai Demokrat dinilai tidak berfungsi maksimal. Informasi-informasi yang disampaikan ke luar justru disampaikan oleh anggota komite yang berasal dari Partai Demokrat. Mereka yang dari luar Partai Demokrat kelihatannya tidak mendapat tempat.
"Ini sudah dikhawatirkan banyak pihak jauh sebelum konvensi digelar. Baru saja komite bekerja, nuansa pengabaian terhadap anggota komite konvensi dari luar sudah sangat dirasakan," demikian Abdul Rahman Syahputra.
[rus]
BERITA TERKAIT: