"Belum tentu juga microtext mudah dipalsukan karena nanti akan di block, sehingga hanya KPU yang tahu," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (13/8).
Selain penggunaan microtext, ada beberapa pilihan pengunaan pengamanan dalam surat suara antara lain security paper, security printing atau hologram. Dari semua opsi tersebut, menurut Husni, tingkat keamanan yang dimiliki masing-masing pengaman cenderung sama. Oleh karena itu, dalam hal mengambil keputusan KPU harus menggunakan prinsip efektif dan efisien.
"Nanti kami akan cari pilihan, mana yang mengedepankan efektivitas dan efisiensi," kata Husni.
Spesifikasi surat suara akan dirumuskan dalam Surat Keputusan (SK) Ketua KPU yang diterbitkan sesuai dengan ketetapan penggunaan penanda keaslian surat suara. Terkait security paper, perlu waktu yang lama untuk mencetak jenis tersebut karena kerumitannya membuat kertas itu lebih sulit untuk dipalsukan, selain juga memerlukan izin dari Badan Intelijen Negara(BIN). Harga kertasnya pun tergolong sangat mahal.
Sedangkan penggunaan hologram relatif lebih mudah dikenali dan security printing memerlukan alat khusus untuk mengetahui keaslian kertas surat suara tersebut.
[dem]
BERITA TERKAIT: