Eks Ajudan Bung Karno Ingatkan SBY, Info Intelijen Bukan untuk Di-publish

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/shoffa-a-fajriyah-1'>SHOFFA A FAJRIYAH</a>
LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH
  • Minggu, 03 Maret 2013, 13:47 WIB
Eks Ajudan Bung Karno Ingatkan SBY, Info Intelijen Bukan untuk Di-<i>publish</i>
SIDARTO DANUSUBROTO/IST
Kecil Besar
rmol news logo Presiden SBY tidak selayaknya mengumbar informasi dari intelijen ke ranah publik.

Anggota Komisi I DPR, Sidarto Danusubroto jelas merasa heran dengan pernyataan SBY kepada wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, mengenai kondisi politik saat ini. SBY mengaku mendapatkan informasi dari sebagian intelijen bahwa ada kelompok tertentu ingin membuat negara gonjang-ganjing.

"Saya hanya berharap kepada para elit politik dan kelompok-kelompok tertentu tetaplah berada dalam koridor demokrasi," pinta SBY, pagi tadi.

Sidarto mengingatkan, intelijen negara bekerja hanya untuk kepentingan presiden selaku kepala negara.

"Tugas intel di negara manapun, termasuk Indonesia, sebagai early warning. Dalam mencari informasi, intel terlebih dahulu gathering, analysis, dan recomendation for end user (kepala negara)," kata purnawirawan polisi bintang dua ini dihubungi Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Minggu, 3/3).

"Jadi seharusnya SBY memanfaatkan produk intelijen bukan malah di publish," lanjut Sidarto yang juga mantan ajudan Presiden Soekarno tersebut.[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA