Anggota Komisi I DPR, Sidarto Danusubroto jelas merasa heran dengan pernyataan SBY kepada wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, mengenai kondisi politik saat ini. SBY mengaku mendapatkan informasi dari sebagian intelijen bahwa ada kelompok tertentu ingin membuat negara gonjang-ganjing.
"Saya hanya berharap kepada para elit politik dan kelompok-kelompok tertentu tetaplah berada dalam koridor demokrasi," pinta SBY, pagi tadi.
Sidarto mengingatkan, intelijen negara bekerja hanya untuk kepentingan presiden selaku kepala negara.
"Tugas intel di negara manapun, termasuk Indonesia, sebagai
early warning. Dalam mencari informasi, intel terlebih dahulu
gathering,
analysis, dan
recomendation for end user (kepala negara)," kata purnawirawan polisi bintang dua ini dihubungi
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Minggu, 3/3).
"Jadi seharusnya SBY memanfaatkan produk intelijen bukan malah di
publish," lanjut Sidarto yang juga mantan ajudan Presiden Soekarno tersebut
.[wid]
BERITA TERKAIT: