Sebelum bertolak ke NTT, Sjafrie mengikuti rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.
Dari Jakarta, Menhan kemudian menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, menggunakan pesawat A400M TNI Angkatan Udara (AU). Dalam penerbangan tersebut, dibawa sekitar 20 ton bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak gempa.
Bantuan tersebut terdiri atas 25 set tenda, 484 velbed, 15 set Starlink, 700 paket makanan siap saji, 500 dus susu cair, 10 set solar cell, 35 kelambu lapangan, 101 matras, 1.480 selimut, dua unit alat reverse osmosis (RO), serta 18 koli obat-obatan.
Selain itu, paket bantuan juga mencakup mi instan, bubur bayi, popok bayi, dan pembalut. Jika dihitung bersama palet, total muatan bantuan tersebut mencapai sekitar 20,9 ton.
Sebelumnya, sejumlah bantuan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga telah diberangkatkan menuju Maumere dan Labuan Bajo. Bantuan tersebut antara lain berupa makanan siap saji, tenda peleton, selimut, penjernih air, alat komunikasi handy talkie (HT), dan senter.
Setibanya di NTT, Sjafrie melanjutkan kunjungan ke wilayah Nagekeo yang berada di sekitar episentrum gempa. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah serta penanganan dampak bencana.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menhan juga meninjau Yonif TP 834/Wakanga Mere di Kabupaten Nagekeo, yang merupakan bagian dari jajaran Brigif 21/Komodo, Kodam IX/Udayana.
Di lokasi tersebut, Sjafrie menerima paparan dari Danyonif TP 834/Wakanga Mere Letkol Inf Bony Prima mengenai kondisi wilayah serta dukungan satuan dalam penanganan dampak bencana.
BERITA TERKAIT: