Peraih Adhi Makayasa Akademi Militer 2011, Mayor (Czi) Henric Pardamean Hutagalung, hanya berada di peringkat kedua prestasi belajar terbaik. Peringkat pertama justru diraih Letkol (Inf) Denny Sopyan, rekan seangkatannya di Akmil yang kini dikenal sebagai salah satu pengawal Presiden Prabowo Subianto.
Pada kategori penulisan Kertas Karya Perorangan (Taskap), situasi serupa kembali terjadi. Peraih Adhi Makayasa Akmil 2012, Mayor (Inf) Egy Satria Binthara, menempati posisi kedua. Adapun posisi pertama diraih Letkol (Inf) Teddy Indra Wijaya yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kabinet.
"Teddy bagaikan "Superman", menjadi Seskab tanpa cuti pendidikan, langsung di saat bersamaan mengikuti pendidikan reguler Seskoad," kata Analis Politik dan Militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting dalam keterangannya, Senin 8 Juni 2026.
Bukan cuma itu, lanjut Ginting, Teddy juga mengambil pendidikan doktoral di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB).
"Publik bertanya, bagaimana Teddy bisa membagi waktunya dan bisa meraih lulusan Taskap terbaik Seskoad?" kata Ginting.
Yang jelas, kata Ginting, Teddy, Denny, dan Henric sama-sama lulusan Akmil 2011. Di ruang publik, fenomena ini dapat dibaca secara sederhana: "orang-orang Presiden mengalahkan para peraih Adhi Makayasa."
"Namun, apakah sesederhana itu? Jawabannya: belum tentu," pungkas Ginting.
BERITA TERKAIT: