"MUI, Muhammadiyah dan NU belum betul-betul bisa melawan argumentasi yang dikeluarkan oleh kelompok ISIS ini. Jadi kelompok ISIS ini malah mendapatkan banyak dukungan dan legitimasi," kata Direktur Institute for Policy of Conflict (IPAC) Sidney Jones dalam diskusi bertema "Evolusi ISIS di Indonesia" di gedung FISIP UIN Jakarta, Selasa (5/5).
Harusnya, Sidney yang merupakan pengamat terorisme ini menegaskan Muhammadiyah dan NU sebagai dua organisasi terbesar di Indonesia serta MUI bisa melakukan counter interpretasi fiqh jihad yang digunakan ISIS.
Justru sebaliknya, yang bisa melawan interpertasi fiqh jihad ISIS yang salah tersebut adalah kelompok-kelompok eks Jamaah Islamiyah atau kelompok ekstrimis lainnya. Pasalnya mereka terlihat lebih mahir dan efektif dengan penguasaan Quran dan Hadits untuk melawan argumentasi ISIS.
Tak hanya itu, portal atau media seperti arrahmah.com, voa-islam.com dan yang banyak diblokir oleh pemerintah belakangan ini, justru dinilai Sidney lebih ampuh membantah arugumentasi ISIS soal jihad.
"Banyak bahan-bahan dari website arrahmah, diprint lalu disebarkan disebarkan ke penjara-penjara berisis napi ekstrimis. Itu efektif,"kata Sidney
Makanya, Sidney maklum dengan banyaknya kelompok dan elemen masyarakat yang protes terhadap pemblokiran yang dilakuan oleh Kemenkomifo dan BNPT belakangan ini. Arrahmah dan portal Islam lain terbukti efketif menangkal arugemntasi jihad ekstirmis ISIS.
[dem]
BERITA TERKAIT: