KSAD Siapkan Sistem Blok untuk Percepat Pembangunan di Daerah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/abdul-rouf-ade-segun-1'>ABDUL ROUF ADE SEGUN</a>
LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN
  • Sabtu, 05 September 2026, 02:50 WIB
KSAD Siapkan Sistem Blok untuk Percepat Pembangunan di Daerah
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Situ Bagendit, Garut, Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026 (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)
Kecil Besar
rmol news logo TNI Angkatan Darat (TNI AD) menyiapkan pola pembangunan berbasis sistem blok untuk mempercepat penyediaan infrastruktur dasar masyarakat di sejumlah daerah, termasuk Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, pola tersebut diterapkan agar pembangunan jembatan, air bersih hingga rumah tidak layak huni (RTLH) dapat dilakukan secara lebih efektif dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Kebetulan kita punya proyek hidromikro bikin kincir di Curug Rahong. Jadi itu bisa 25 ribu watt, saya pikir ini akan menjadi contoh untuk di daerah-daerah lain,” kata Maruli di Situ Bagendit, Garut, Jawa Barat, Jumat 4 September 2026.

Maruli mengatakan, proyek pembangkit listrik tenaga hidromikro tersebut akan menjadi salah satu model yang dapat dikembangkan di daerah lain apabila pelaksanaannya berjalan baik.

“Jadi mudah-mudahan nanti bisa dikerjakan secara masif. Dan juga kita berkoordinasi dengan Pemda, dengan Kodim, dengan Kapolres, dan juga dari Kejati,” kata Maruli.

Selain hidromikro, TNI AD juga akan mendata seluruh jembatan yang berada di wilayah Garut dan Tasikmalaya. Jembatan sederhana maupun jembatan gantung yang masih dibutuhkan masyarakat akan menjadi bagian dari pemetaan pembangunan.

“Jadi nanti kita akan data semua jembatan di daerah Garut dan Tasik. Mudah-mudahan bisa kita penuhi semua, khususnya jembatan-jembatan yang sederhana,” kata Maruli.

Menurutnya, pembangunan juga akan menyasar kebutuhan air bersih. TNI AD telah melakukan pendataan sejumlah titik yang membutuhkan akses air bersih dan ditargetkan mulai dikerjakan dalam waktu dekat.

Maruli menegaskan, pola sistem blok sebelumnya telah diterapkan di 12 daerah di Indonesia. Cara tersebut dinilai membuat pengerjaan lebih efektif karena sejumlah kebutuhan dasar masyarakat dapat ditangani secara bersamaan dalam satu wilayah.

“Sebenarnya seluruh Indonesia itu dikerjakan bersamaan. Cuma supaya lebih efektif, saya mencoba menggunakan sistem blok,” kata Maruli.

Setelah sejumlah wilayah sebelumnya ditargetkan rampung pada September hingga awal Oktober, TNI AD menyiapkan sejumlah daerah lain sebagai sasaran berikutnya, termasuk Pandeglang, Garut, Tasikmalaya, Lombok, Sumba hingga Fakfak.

“Kita rencanakan ada 10 titik untuk dibuat dalam satu waktu,” tandas Maruli.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA