Pasalnya, pesawat helikopter buatan Rusia tersebut baru dibeli oleh negara pada tahun 2011 lalu.
"Itu heli baru, 2011 masuk baru 2 tahun ke Indonesia, jumlahnya ada sekitar 12 unit di skuadron heli serbu angkatan darat," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, di Bandung, Senin (11/11).
Ia menyatakan, dalam kasus kecelakaan jatuhnya MI tersebut, Komisi I akan melakukan evaluasi dalam pembelian dan pemeliharaan alutsista TNI ke depan.
"Menurut hemat saya pilot cukup memadahi juga, dalam memahami Alutsista baru dilakukan pelatihan kepada para anggota TNI, khususnya pilot. Saat ini kita masih menunggu laporan dari Panglima TNI (Jenderal Moeldoko) terkait investigasi kasus jatuhnya pesawat itu," papar politisi PDIP ini.
Nanti kata TB, jangan sampai Indonesia mampu membeli alutsista banyak, tapi kurang pemeliharaannya. "Kita harus siapkan dana pemeliharaan juga," pungkas TB Hasanudin.
[rus]
BERITA TERKAIT: