Haru Biru Spalletti

Inter Milan vs Zenit ST Petersburg

Sabtu, 21 Juli 2018, 08:00 WIB
Haru Biru Spalletti
Mauro Icardi/Net
rmol news logo Inter Milan dijadwalkan akan menghadapi klub asal Rusia Zenit St. Petersburg, dini hari nanti WIB. Laga ini akan terasa cukup spesial bagi Spalletti lantaran dirinya pernah menjadi pelatih tim tersebut.

Pria 59 tahun itu pun menyam­but laga ini dengan antusias. Kendati demikian, masalah ke­bugaran tetap disoroti olehnya.

"Akan menjadi sesuatu yang menyenangkan bisa bertemu Zenit kembali, klub yang san­gat kusayangi. Laga itu juga akan menjadi ujian tersendiri bagi konsistensi kami," tutur Spalletti.

"Kami akan menyikapi pertandingan tersebut dengan lebih berhati-hati. Kami akan memecah latihan fisik. Sehingga, kami bisa lebih segar pada Sabtu nanti," ujarnya.

Setelah menghadapi Zenit, Inter akan melanjutkan persiapan pramusimnya dengan mengikuti International Champions Cup. Di sana, mereka sudah ditunggu oleh Chelsea, Lyon, dan Atletico Madrid.

Sebelumnya, Internazionale memang sudah mendatangkan pemain-pemain berkualitas da­lam bursa transfer musim panas 2018 ini. Akan tetapi, dalam uji tanding pramusim yang dilang­sungkan Rabu (18/7), klub asal Kota Milan itu dipaksa meny­erah 0-2 oleh klub Swiss, Sion. Parahnya lagi, dalam pertandin­gan yang dilangsungkan di Stade Tourbillon itu, bintang Inter, Radja Nainggolan, mengalami cedera.

Pada pertandingan tersebut, pelatih Luciano Spalletti me­mainkan sejumlah pemain intin­ya sejak awal dalam formasi 4-2- 3-1. Stefan de Vrij, Milan Skriniar, Kwadwo Asamoah, Roberto Gagliardini, Borja Valero, serta Nainggolan dimainkan sejak menit awal. Selain itu, nama-nama macam Matteo Politano dan Yann Karamoh juga diberi kepercayaan serupa.

Hasil yang didapatkan masih jauh dari harapan. Blunder kiper Daniele Padelli dan sepakan cantik Baltazar membuat Nerazzurri harus pulang dengan tangan hampa. Selain itu, cedera Nainggolan pada menit ke- 24 juga makin memperburuk keadaan.

Meski hanya bertajuk sebagai laga uji coba selama pramusim, namun kekalahan La Beneamata kali ini mengundang perhar­ian dari para penggemarnya. Meskipun begitu, Spalletti me­nilai bahwa kekalahan mereka disebabkan oleh kebugaran fisik pemainnya yang tak terlalu baik.

Spalletti menilai bahwa para pemainnya itu mencoba untuk lebih mendominasi jalannya laga dengan cara menguasai bola leb­ih banyak. Namun yang terjadi malah energi para pemainnya justru terkuras habis.

"Ada satu cara untuk menga­tasi perbedaan level kebugaran, dan itu adalah menahan bola. Kami gagal melakukannya, jadi kami menggunakan banyak en­ergi dan kesulitan jelang akhir laga," ujar Spalletti. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA