Pria 59 tahun itu pun menyamÂbut laga ini dengan antusias. Kendati demikian, masalah keÂbugaran tetap disoroti olehnya.
"Akan menjadi sesuatu yang menyenangkan bisa bertemu Zenit kembali, klub yang sanÂgat kusayangi. Laga itu juga akan menjadi ujian tersendiri bagi konsistensi kami," tutur Spalletti.
"Kami akan menyikapi pertandingan tersebut dengan lebih berhati-hati. Kami akan memecah latihan fisik. Sehingga, kami bisa lebih segar pada Sabtu nanti," ujarnya.
Setelah menghadapi Zenit, Inter akan melanjutkan persiapan pramusimnya dengan mengikuti International Champions Cup. Di sana, mereka sudah ditunggu oleh Chelsea, Lyon, dan Atletico Madrid.
Sebelumnya, Internazionale memang sudah mendatangkan pemain-pemain berkualitas daÂlam bursa transfer musim panas 2018 ini. Akan tetapi, dalam uji tanding pramusim yang dilangÂsungkan Rabu (18/7), klub asal Kota Milan itu dipaksa menyÂerah 0-2 oleh klub Swiss, Sion. Parahnya lagi, dalam pertandinÂgan yang dilangsungkan di Stade Tourbillon itu, bintang Inter, Radja Nainggolan, mengalami cedera.
Pada pertandingan tersebut, pelatih Luciano Spalletti meÂmainkan sejumlah pemain intinÂya sejak awal dalam formasi 4-2- 3-1. Stefan de Vrij, Milan Skriniar, Kwadwo Asamoah, Roberto Gagliardini, Borja Valero, serta Nainggolan dimainkan sejak menit awal. Selain itu, nama-nama macam Matteo Politano dan Yann Karamoh juga diberi kepercayaan serupa.
Hasil yang didapatkan masih jauh dari harapan. Blunder kiper Daniele Padelli dan sepakan cantik Baltazar membuat Nerazzurri harus pulang dengan tangan hampa. Selain itu, cedera Nainggolan pada menit ke- 24 juga makin memperburuk keadaan.
Meski hanya bertajuk sebagai laga uji coba selama pramusim, namun kekalahan La Beneamata kali ini mengundang perharÂian dari para penggemarnya. Meskipun begitu, Spalletti meÂnilai bahwa kekalahan mereka disebabkan oleh kebugaran fisik pemainnya yang tak terlalu baik.
Spalletti menilai bahwa para pemainnya itu mencoba untuk lebih mendominasi jalannya laga dengan cara menguasai bola lebÂih banyak. Namun yang terjadi malah energi para pemainnya justru terkuras habis.
"Ada satu cara untuk mengaÂtasi perbedaan level kebugaran, dan itu adalah menahan bola. Kami gagal melakukannya, jadi kami menggunakan banyak enÂergi dan kesulitan jelang akhir laga," ujar Spalletti. ***
BERITA TERKAIT: