Selain Maruarar, Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil nampak hadir menyaksikan pertandingan bergengsi itu.
pada kesempatan itu, Ridwan Kamil sangat mengapresiasi adanya gelaran piala presiden ini. Menurutnya sepakbola merupakan media untuk merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Maka itu, ia berharap dengan adanya piala presiden mengisi kekosongan jeda sebelum Liga utama seperti ISL digelar. Selain itu menurutnya dengan adanya piala presiden juga menjadi cara untuk meningkatkan kualitas pemain sepakbola nasional.
Selain itu pria yang akrab disapa kang Email juga mengungkapkan rasa terimakasih kepada seluruh bobotoh yang secara sportive menerima kekalahannya saat melawan Pusamania Borneo dengan tidak melakukan aksi-aksi anarkis.
"Kecintaan Persib tidak hanya saat menang. Tapi saat kalah juga harus mengapresiasi dengan cara yang santun," katanya.
Menurutnya sikap santun dan sportive menerima kekalahan merupakan hasil edukasi yang selama 3 tahun ia lakukan. Baik secara langsung maupun melalui media sosial. " alhamdulillah selama setahun terakhir ini prilaku dan ucapan mereka berubah lebih terarah. Sehingga meskipun kalah saat semi final mereka tetap tertib dan tidak anarkis," jelasnya.
Lebih lanjut perubahan sikap yang telah dilakukan bobotoh juga telah dilakukan. khususnya saat final piala presiden tahun lalu yang digelar di Jakarta dengan meminta izin kepada The Jakmania. Dengan sikap santun ini terbukti tidak ada kerusuhan antara bobotoh dan The Jakmania.
"Mengubah kultur sopan dan santun kita terus lakukan. Menang kalah Persib harus tetap tertib," katanya.
[ian]
BERITA TERKAIT: