Diharapkan pembinaan ini mampu menghasilkan kompetisi dan timnas yang tangguh di masa datang.
Seminar tersebut dibuka langsung oleh Menpora Imam Nahrawi didampingi Staf Khusus Menpora Bidang Keolahragaan Taufik Hidayat, Sekretaris Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, dan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. Dalam sambutannya, Menpora mengharapkan, PSSI juga membantu dan memperhatikan pembinaan di sepak bola nasional demi mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.
"Terima kasih kepada BLiSPI (Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia) yang telah menyelenggarakan seminar penting pagi ini, dan kepada PSSI pembinaan usia dini wajib menjadi agenda federasi," kata Menpora, kemarin.
Dari data-data tersebut menjadi tekad PSSI untuk berbenah namun perlu bantuan semua pihak, seluruh pemerhati dan insan sepakbola serta dukungan pemerintah.
"Saya tidak bisa sendiri, butuh bantuan semua pihak dan dukungan pemerintah agar prestasi sepakbola Indonesia semakin maju," ucap Edy, Ketua Umum PSSI yang juga Pangkostrad.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Subagya Suihan menjelaskan, seminar diikuti para pemerhati sepakbola, pengelola sekolah sepakbola, pelatih dan mantan pelatih serta mantan pemain dari seluruh daerah di Indonesia berjumlah 300 peserta, bahkan ada dari daerah yang biasanya tidak pernah ada sekarang ikut hadir seperti dari Tasikmalaya, Sopeng, dan Wajo.
"Saya juga menegaskan BLISPI adalah mitra dan bukan rival PSSI dalam pembinaan sepak bola," tegas Subagya.
[wid]
BERITA TERKAIT: