"Saya kira KPK bisa ikut berperan agar calon-calon pengurus PSSI nanti tidak melakukan hal-hal yang melanggar kode etik," ungkap Limbonh, Kamis (15/9) sore di Jakarta.
Soal perlunya KPK turun tangan di Kongres PSSI dikait-kaitkan dengan adanya kecenderungan 'permainan uang' dalam kongres untuk memilih sebanyak 15 Exco PSSI periode 2016-2021.
"Kalau Kongres PSSI benar-benar ingin bersih saya kira perlu ada KPK di sana," kata Limbong, yang menjadi kandidat untuk posisi ketum, waketum dan anggota Exco.
Mantan penanggung jawab Timnas era Ketua Umum Johar Arifin juga berkeinginan membawa PSSI terbebas dari Politik jika dirinya terpilih pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 17 Oktober 2016.
"Sepak bola Indonesia itu harus terbebas dari Politik," tegas pria yang juga pernah menjabat sebagai penanggung jawab Tim Nasional Indonesia Senior itu.
Ayah dua anak, Margaretha Melati Limbong dan seorang putra Bara Parsaoran Limbong ini menjelaskan majunya dia di bursa pencalonan ketua umum PSSI tersebut. Menurutnya, yang ia lakukan ini atas kecintaannya terhadap sepak bola tanah air.
"Saya mengikuti kongres karena kecintaan saya terhadap sepak bola dan PSSI, bukan karena yang lain. Tidak bisa dipungkiri lagi saya sudah cinta sepak bola sejak dulu, sejak kecil," jelas pria kelahiran Samosir, 31 Mei 1955 itu.
"Saya ingin bangun PSSI ini dari nol kembali. Jangan ada yang merasa jago atau berkuasa. Kita harus bersatu untuk bangkit. Saya ingin membangun PSSI tapi jangan mengorbankan orang lain. Niatan saya membangun PSSI itu dengan ilmu-ilmu yang saya miliki." sambungnya menjelaskan.
Untuk diketahui, dalam KLB tahun ini ada delapan nama yang mencalonkan sebagai ketum PSSI. Menariknya, dari delapan nama tersebut tiga diantaranya merupakan pria yang berpangkat Jendral. Selain Limbong, ada Pangkostrad Letnan Jendral TNI AD, Edy Rahmayadi dan Mantan Panglima TNI Jendral (Purn) Moeldoko.
Namun melihat catatan, dari pertarungan tiga Jendral ini, Limbong-lah yang paling berpengalaman di dunia sepak bola. Ya, sejak puluhan tahun lalu dia pernah memiliki klub sepakbola di Bandung, yaitu BARA Siliwangi, bahkan pernah menjadi manajer Persib Bandung. Itu sebabnya, dia kemudian terpilih dalam kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Suami Bunga Artha Sagala ini di pentas sepakbola nasional, namanya sudah tak asing lagi. Bahkan, posisinya sebagai Ketua Badan Wasit Seluruh Indonesia (BWSI) telah membuat hari-harinya dipenuhi pergumulan soal olahraga yang telah merakyat itu.
Kalau sudah menyakut olahraga rakyat itu, saya termasuk orang yang tidak hitung-hitung dalam membangun persepakboalaan. Saya ingin sepakbola kita lebih baik,†pungkasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: